Pengelolaan Lingkungan

PENANGANAN LIMBAH MERKURI

DISKRIPSI Air raksa atau merkuri (Hg) adalah salah satu elemen atau senyawa yang diatur dengan ketat, dan sering kali dibatasi kurang dari 1 μg/l (mikrogram per liter). Senyawa logam merkuri sering dijumpai di dalam air lindi dari tempat pembuangan akhir sampah, air scrubber dari incinerator, air limbah pelapisan logam, industry pencucian komponen elektronika, air limbah […]

PENANGANAN LIMBAH MERKURI Read More »

PENANGGUNG JAWAB LIMBAH B3

INTRODUKSI Limbah bahan berbahaya dan beracun limbah yang harus dikelola dengan baik, terutama limbah yang terdapat dilingkungan perusahaan. ). Sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap lingkungan dan kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia, para pelaku industri diharuskan memiliki sistem pengelolaan limbah B3 yang dapat memenuhi standar Pengelolaan Limbah B3 yang tepat. TUJUAN TRAINING Peserta memahami peraturan

PENANGGUNG JAWAB LIMBAH B3 Read More »

PENGELOLAAN KUALITAS UDARA INDUSTRI DAN PENGELOLAAN LIMBAH

INTRODUKSI Prinsip dan konsep dasar pemantauan dan pengendalian kualitas udara, komposisi baku mutu udara yang terkandung, prosedur pengerjaan dilapangan (teknik sampling, prosedur penggunaan alat kerja, lokasi titik sampling, dan penangananya. Hasil pemantauan seperti inilah yang dapat digunakan untuk melihat kesesuaian antara kinerja pengelolaan kualitas udara dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan untuk mengevaluasi kinerja program

PENGELOLAAN KUALITAS UDARA INDUSTRI DAN PENGELOLAAN LIMBAH Read More »

PENGELOLAAN LIMBAH NON B3

INTRODUKSI Penerapan teknologi yang dilakukan di sebuah perusahaan atau pabrik hampir selalu menimbulkan dampak negatif sebagai imbas dari penerapan tersebut. Hal ini sudah menjadi konsekuensi yang harus dihadapi dan sudah selayaknya dilakukan upaya untuk meminimalisir dampak negatif tersebut. Penanganan dan pemantauan terhadap lingkungan yang sudah terstandarisasi, sesuai dengan teori AMDAL (Analisa mengenai Dampak Lingkungan) sangat

PENGELOLAAN LIMBAH NON B3 Read More »

Community Development Penyusunan Proper Hijau

DISKRIPSI Kementerian Lingkungan Hidup Telah Melaksanakan Program Lingkungan Yang Diberi Nama proper Atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. proper Didesain Untuk Mendorong Penataan Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Melalui Instrumen Insentif Dan Disinsentif. Insentif Dalam Bentuk Penyebarluasan Kepada Publik Tentang Reputasi Atau Citra Baik Bagi Perusahaan Tambang Yang Mempunyai Kinerja Pengelolaan Lingkungan

Community Development Penyusunan Proper Hijau Read More »

Keanekaragaman Hayati

DISKRIPSI Keanekaragaman Hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup dari semua sumber, termasuk diantaranya, daratan, lautan dan ekosistem akuatik lain serta kompleks-kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya; mencakup keanekaragaman di dalam spesies, antara spesies dan ekosistem. Keberadaan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) tersebut penting untuk keberlanjutan usaha. Hal ini dikarenakan stabilitas lingkungan sebagai sumber daya setiap kegiatan/usaha sangat dipengaruhi

Keanekaragaman Hayati Read More »

Perencanaan Tata Ruang (Kota)

PENDAHULUAN Pertambahan penduduk yang pesat memberikan implikasi pada tekanan terhadap pemanfaatan lahan. Menurunnya kualitas dan kuantitas ruang terbuka publik yang telah mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan. Untuk membangun lingkungan masyarakat yang sejahtera dan berkelanjutan serta mengajak semua pihak berpartisipasi menjaga sumber daya alam yang ada dengan melakukan penataan ruang. Peserta diharapkan mampu mengindentifikasi program-program tata ruang

Perencanaan Tata Ruang (Kota) Read More »

Pengelolaan Air Limbah Domestik

INTRODUKSI Air limbah domestik adalah air limbah yang bersumber dari aktifitas manusia, yaitu toilet, laundry, dan dapur. Secara kuantitas, air limbah domestik jauh lebih banyak dibandingkan dengan air limbah industri. Di kota besar misalnya, beban organik air limbah domestik bisa mencapai sekitar 70% dari beban organik total air limbah yang ada di kota tersebut. Sumber

Pengelolaan Air Limbah Domestik Read More »

Pengelolaan Limbah Non B3

INTRODUKSI Penerapan teknologi yang dilakukan di sebuah perusahaan atau pabrik hampir selalu menimbulkan dampak negatif sebagai imbas dari penerapan tersebut. Hal ini sudah menjadi konsekuensi yang harus dihadapi dan sudah selayaknya dilakukan upaya untuk meminimalisir dampak negatif tersebut. Penanganan dan pemantauan terhadap lingkungan yang sudah terstandarisasi, sesuai dengan teori AMDAL (Analisa mengenai Dampak Lingkungan) sangat

Pengelolaan Limbah Non B3 Read More »

Konservasi Sumber Daya Hutan

DISKRIPSI Kawasan konservasi yang ada di Indonesia, masih sangat perlu bantuan dari berbagai pihak untuk menjaga kelangsungannya sebagai kawasan lindung bagi flora dan fauna. Tekanan terhadap kawasan konservasi yang hingga saat ini dirasakan, khususnya semenjak era reformasi, karena kesadartahuan masayarakat terhadap kawasan pelestarian ini masih rendah. Oleh karena itu untuk meningkatkan kesadartahuan dan partisipasi masyarakat,

Konservasi Sumber Daya Hutan Read More »

error: Content is protected !!